Misteri Pesugihan di Balik Kerumunan Monyet di Ngujang, Tulungagung

KLENIK.ONLINE – Kawasan Ngujang, Kabupaten Tulungagung, kembali menjadi perbincangan hangat. Puluhan monyet liar yang biasa berkeliaran di sekitar jembatan dan tepian Sungai Brantas kini dikaitkan dengan dugaan praktik pesugihan yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Fenomena ini mencuat setelah beberapa warga mengaku sering melihat aktivitas mencurigakan pada malam hari. Menurut penuturan salah satu warga. Ia kerap terlihat orang-orang tak dikenal datang membawa sesajen ke area yang sering didatangi kawanan monyet.

“Mereka datang malam-malam, bawa bunga, kemenyan, dan makanan. Besok paginya, monyet-monyet itu berkumpul dalam jumlah lebih banyak dari biasanya,” ungkapnya.

Keberadaan monyet di Ngujang sendiri sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga setempat. Namun, belakangan, banyak yang mulai mengaitkannya dengan praktik spiritual tertentu. Beberapa paranormal lokal bahkan menduga bahwa monyet-monyet tersebut adalah perwujudan dari makhluk gaib yang menjaga pesugihan seseorang.

Mitos dan Dugaan Pesugihan

Menurut cerita turun-temurun, ada kepercayaan bahwa monyet-monyet di Ngujang bukan sekadar hewan liar, melainkan penjaga gaib dari mereka yang mencari kekayaan dengan cara instan. Konon, mereka yang ingin mendapatkan pesugihan harus memberikan tumbal tertentu atau memberi makan monyet-monyet tersebut secara rutin sebagai bentuk perjanjian gaib.

Seorang dukun yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa praktik pesugihan dengan bantuan monyet bukan hal baru. Ia menyebut bahwa monyet bisa menjadi “penghubung” antara manusia dan makhluk astral yang dipercaya bisa mendatangkan kekayaan.

Pemerintah dan Pandangan Akademisi

Menanggapi isu ini, pihak pemerintah setempat belum memberikan pernyataan resmi. Namun, beberapa akademisi menilai bahwa peningkatan populasi monyet di daerah ini lebih dipengaruhi oleh faktor ekologi daripada hal mistis.

Seorang Akademisi  menjelaskan bahwa perubahan pola makan dan interaksi manusia dengan monyet bisa membuat hewan tersebut semakin terbiasa berkumpul di satu titik tertentu.

Kalau ada orang yang sengaja memberi makan monyet secara terus-menerus, tentu mereka akan sering kembali ke tempat tersebut. Bisa jadi ini bukan pesugihan, tapi sekadar kebiasaan hewan mencari sumber makanan,” ujarnya.

Meski demikian, cerita tentang pesugihan di balik kerumunan monyet Ngujang tetap menjadi misteri yang memancing rasa penasaran masyarakat. Benarkah ada unsur mistis, atau ini hanya fenomena alami yang dikemas dalam mitos? Jawabannya masih menjadi perdebatan.***

One thought on “Misteri Pesugihan di Balik Kerumunan Monyet di Ngujang, Tulungagung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *