KLENIK.ONLINE – Kota Nganjuk, yang terletak strategis di jalur utama Surabaya-Madiun, sering menjadi daerah persinggahan bagi kendaraan yang melintas. Namun, meskipun sering dilewati, kota ini jarang dijadikan tujuan utama bagi para pelancong maupun pendatang.
Fenomena ini kerap disebut menjadikan sebagai Nganjuk Tanggung, oleh masyarakat setempat. Kota ini berada di antara kota-kota besar seperti Kediri dan Madiun, yang lebih dikenal sebagai pusat ekonomi dan wisata.
Kalau orang dari Surabaya ke Madiun atau sebaliknya, biasanya cuma lewat Nganjuk. Jarang yang benar-benar singgah lama.
Padahal, Nganjuk memiliki sejumlah potensi wisata, seperti Air Terjun Sedudo yang terkenal, serta wisata sejarah seperti Candi Lor dan peninggalan lainnya. Namun, kurangnya promosi dan fasilitas penunjang membuat kota ini kurang menarik bagi wisatawan dibanding daerah lain.
Selain itu, sektor ekonomi di Nganjuk masih didominasi oleh pertanian, sehingga aktivitas bisnis dan perdagangan tidak seramai kota-kota tetangganya.
Kalau mau cari mal besar atau tempat hiburan modern, masih harus ke Kediri atau Madiun.
Pemerintah daerah sebenarnya telah berupaya meningkatkan daya tarik kota ini dengan berbagai program pengembangan infrastruktur dan promosi pariwisata.
Namun, tantangan besar masih menghadang agar Nganjuk bisa keluar dari bayang-bayang kota-kota di sekitarnya dan menjadi destinasi yang lebih dikenal.
Nganjuk secara geografis termasuk di tengah tengah di antara dearah di provinsi jawa timur
Ya, secara geografis, Nganjuk memang berada di tengah-tengah Provinsi Jawa Timur. Kabupaten ini berbatasan dengan Bojonegoro di utara, Kediri di timur, Ponorogo dan Madiun di barat, serta Jombang di sebelah tenggara.
Posisi strategis ini menjadikannya sebagai jalur lalu lintas utama bagi kendaraan yang melintas dari arah Surabaya ke Madiun atau sebaliknya.
Namun, meskipun berada di tengah provinsi, Nganjuk sering kali kurang mendapat perhatian dibandingkan kota-kota besar di sekitarnya seperti Kediri dan Madiun.
Nganjuk hanya di singgahi angin yang selalu berhembus
Itu ungkapan yang menarik! Nganjuk memang dikenal sebagai Kota Angin karena anginnya yang berhembus cukup kencang sepanjang tahun. Sayangnya, selain angin yang setia singgah, kota ini sering hanya dilewati tanpa banyak orang yang benar-benar berhenti untuk menikmati pesonanya.
Mungkin sudah saatnya Nganjuk tidak hanya menjadi kota transit, tetapi juga kota tujuan. Dengan potensi wisata alam seperti Air Terjun Sedudo, serta sejarah dan budaya yang kaya, Nganjuk bisa lebih menarik jika promosi dan pengelolaannya ditingkatkan.
Apa yang penyebab nganjuk hanya di lewati tapi tak pernah jadi singgahan
Ada beberapa faktor yang menyebabkan Nganjuk lebih sering dilewati daripada dijadikan tujuan singgahan:
Posisi Geografis yang “Tanggung”
Nganjuk berada di tengah-tengah Jawa Timur, di antara kota-kota besar seperti Kediri, Madiun, dan Jombang. Orang yang bepergian dari Surabaya ke Madiun, atau dari Kediri ke Bojonegoro, sering hanya melewati Nganjuk tanpa merasa perlu berhenti.
Kurangnya Daya Tarik Wisata yang Dikenal Luas
Meskipun memiliki Air Terjun Sedudo dan beberapa wisata sejarah, Nganjuk masih kurang dalam hal promosi wisata. Tidak banyak destinasi yang benar-benar menarik wisatawan dalam jumlah besar.
Minimnya Fasilitas Perkotaan
Dibandingkan Kediri atau Madiun, Nganjuk belum memiliki pusat perbelanjaan besar, tempat hiburan modern, atau fasilitas kota yang bisa menarik pengunjung untuk singgah lama.
Ekonomi yang Didominasi Sektor Pertanian
Nganjuk lebih dikenal sebagai daerah agraris, bukan pusat industri atau perdagangan besar. Hal ini membuat arus bisnis dan investasi lebih cenderung bergerak ke kota-kota sekitar yang sudah lebih berkembang.
Kurangnya Event Besar yang Mengundang Pengunjung
Kota-kota lain memiliki festival atau event tahunan yang bisa menarik wisatawan, sementara di Nganjuk, event seperti Hari Jadi Kabupaten atau festival lokal belum memiliki daya tarik nasional.
Transportasi Publik yang Kurang Mendukung
Meskipun dilalui jalur kereta api dan jalan tol, Nganjuk belum menjadi titik transit utama bagi kendaraan umum seperti bus atau travel yang sering memilih berhenti di kota-kota sekitar.
Agar Nganjuk tidak hanya menjadi kota yang dilewati, perlu ada upaya lebih dalam pengembangan wisata, ekonomi kreatif, dan promosi yang lebih agresif. Menurutmu, langkah apa yang paling mungkin dilakukan agar Nganjuk lebih sering disinggahi?***