Kisah Misteri Harta Karun Dibalik Cerita Hutan Tritik Di Lereng Gunung Pandan Nganjuk

KLENIK.ONLINE – Hutan Tritik di lereng Gunung Pandan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, tidak hanya menyimpan misteri legenda lokal, tetapi juga menjadi lokasi penemuan fosil-fosil hewan purba yang signifikan.

Pada tahun 2022, tim dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran melakukan penyelamatan fosil di kawasan BKPH Tritik, KPH Nganjuk. Fosil-fosil yang ditemukan antara lain pecahan tulang humerus dari gajah purba, serta fosil kerbau dan rusa purba.

Penemuan ini menambah informasi mengenai kekayaan Kabupaten Nganjuk dan menjadi sarana pendidikan bagi generasi mendatang. Selain itu, pada tahun 2024, tim peneliti dari arkeolog berhasil menemukan fosil gajah purba Stegodon di kawasan Hutan Tritik.

Temuan ini dianggap penting karena fosil gajah purba sangat jarang ditemukan di daerah Jawa Timur, terutama di area hutan yang sebelumnya belum pernah diteliti secara mendalam.

Selain penemuan fosil, Hutan Tritik juga menjadi perhatian tim geologi. Pada tahun 2023, tim geologi dari Bandung memasuki Hutan Tritik untuk memeriksa dugaan keberadaan meteorit di kawasan Rejoso, Nganjuk.

Misteri batu besar yang ditemukan di rumah seorang warga Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, diduga sebagai meteorit, sehingga menarik perhatian para ahli geologi.

Dengan berbagai penemuan tersebut, Hutan Tritik tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah kehidupan purba, tetapi juga menawarkan potensi penelitian lebih lanjut di bidang geologi dan arkeologi. Keberadaan fosil-fosil hewan purba dan kemungkinan temuan meteorit menjadikan kawasan ini penting untuk dilestarikan dan diteliti demi mengungkap lebih banyak tentang masa lalu bumi dan kehidupan di sekitarnya.

iturn0image4turn0image5turn0image6turn0image7Hutan Tritik di Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, telah menjadi pusat perhatian para arkeolog dan peneliti sejarah berkat penemuan fosil-fosil hewan purba yang signifikan. Temuan ini mengungkap potensi kawasan tersebut sebagai situs prasejarah yang kaya akan informasi tentang kehidupan fauna masa lampau di wilayah Jawa Timur.

Pada awal tahun 2022, tim dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran menerima laporan mengenai penemuan fosil tulang di kawasan Perhutani KPH Nganjuk. Setelah dilakukan ekskavasi penyelamatan, berhasil ditemukan pecahan tulang humerus dari gajah purba, serta fosil-fosil binatang lain seperti kerbau dan rusa purba.

Fosil-fosil tersebut kemudian dikonservasi dan disimpan di Museum Anjuk Ladang, Nganjuk, sebagai tambahan informasi mengenai kekayaan Kabupaten Nganjuk dan sarana pendidikan bagi generasi mendatang.

Selain itu, pada November 2021, fosil gading gajah purba ditemukan di Hutan Tritik. Fosil tersebut diperkirakan berusia sekitar 900.000 tahun, menunjukkan bahwa kawasan ini pernah menjadi habitat bagi spesies besar pada zaman dahulu.

Penemuan-penemuan ini menunjukkan bahwa Hutan Tritik memiliki potensi besar sebagai situs prasejarah yang penting. Dengan adanya fosil-fosil hewan purba yang ditemukan, kawasan ini dapat memberikan kontribusi signifikan bagi ilmu pengetahuan, pariwisata, dan ekonomi lokal.

Selain penemuan fosil, Hutan Tritik juga menjadi lokasi penelitian geologi. Pada Februari 2024, tim dari Museum Geologi Bandung melakukan penelitian terhadap batu besar yang ditemukan di rumah seorang warga Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, yang diduga meteorit. Tim tersebut juga mengambil sampel batu di sekitar lokasi penemuan di Hutan Tritik untuk diteliti lebih lanjut.

Dengan berbagai temuan penting tersebut, Hutan Tritik di Nganjuk tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan jejak sejarah kehidupan purba yang berharga untuk dipelajari dan dilestarikan.***

 

 

2 thoughts on “Kisah Misteri Harta Karun Dibalik Cerita Hutan Tritik Di Lereng Gunung Pandan Nganjuk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *